AKPROF HIMAGRHO UNILA

Bidang Akademik dan Profesi Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Mahasiswa KKN Gelar Penyuluhan Pembuatan Pestisida Nabati dan Pupuk Organik Cair dari Limbah Sampah Rumah Tangga


(HIMAGRHO): Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung periode 1 Tahun 2024 menggelar penyuluhan dan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair (POC) dan Pestisida Nabati di Desa Suka Bhakti, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, pada 2 Februari 2024.

 

Diselenggarakannya penyuluhan bertujuan untuk pemanfaatan limbah sampah rumah tangga yaitu kulit bawang dalam pembuatan pestisida Nabati serta air cucian beras dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

 

Mengingat sebagian besar masyarakat di Desa Suka Bhakti bermatapencaharian sebagai petani, dimana mayoritas petani di Desa tersebut masih menerapkan pertanian konvensional dengan penggunaan pupuk anorganik dan pupuk kimia yang terus menerus untuk meningkatkan hasil produktivitas lahannya. Dwi Cahyani mengatakan, “Di Desa Suka Bhakti banyak para petani dan ibu-ibu yang mempunyai tanaman hias masih banyak menggunakan pupuk anorganik ataupun pupuk kimia yang dibeli di pasar untuk pupuk tanaman yang mereka tanam dirumah”

 

Selain itu, masih banyak warga khususnya ibu-ibu dan pedagang pasar yang membuang sisa limbah dapur maupun limbah organik dan belum tau cara pengelolaan dan pemanfaatan limbah organik. Sehingga dari persoalan tersebut, mahasiswa KKN Unila mengadakan penyuluhan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang berasal dari air cucian beras dan Pestisida Nabati yang berasal dari kulit bawang. Acara penyuluhan dan praktik langsung dilaksanakan dalam 3 sesi. Sesi pertama yaitu pemaparan materi dari mahasiswa KKN Fakultas Pertanian jurusan Agronomi dan Hortikultula yang di paparkan oleh Dwi Cahyani dan Nova Rosita Aryanti serta tanya jawab peserta penyuluhan.

 

“Pembuatan Pupuk Organik Cair dari air cucian beras ini sangat berguna untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia pada tanaman, dimana bahan dan alat yang digunakan juga sangat mudah untuk didapatkan” ujar Sutoyo, Bapak Lurah Suka Bhakti.

 

Sesi kedua diisi dengan praktik langsung pembuatan pestisida nabati yang dibuat dari kulit bawang dan pupuk organik cair dari Air cucian beras. Kemudian penyuluhan diakhiri dengan tanya jawab dan pembagian hasil sample pupuk organik cair dan pestisida nabati yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN Suka Bhakti 2 minggu sebelum penyuluhan. Dengan diadakannya penyuluhan, diharapkan masyarakat Desa Suka Bhakti dapat dengan mudah membuat sendiri pupuk organik cair dan pestisida nabati dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar