AKPROF HIMAGRHO UNILA

Bidang Akademik dan Profesi Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Dukung Wujudkan Sustainable Agriculture, Mahasiswa KKN Unila Usung Program Berkelanjutan "Pertanian Organik Creative (POC)"


(HIMAGRHO): Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) periode I tahun 2024 di Kampung Tri Rejomulyo, Kecamatan Penawar Tama, Kabupaten Tulang Bawang, mengusung program kerja unggulan yang terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan guna mendukung terwujudnya sustainable agriculture (pertanian berkelanjutan). Program Pertanian Organik Creative (POC) dilaksanakan mulai tanggal 9 Januari 2024 dan selesai pada 31 Januari 2024.


Rangkaian kegiatan dari program Pertanian Organik Creative (POC) antara lain:

1. Sosialisasi dan Pembuatan Akuaponik.

2. Sosialisasi dan Pembuatan Pestisida Nabati.

3. Sosialisasi dan Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL).

4. Praktik Pengolahan Lahan Pekarangan.

5. Praktik Aplikasi Pestisida Nabati.


Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) di bawah bimbingan Bapak Ridho Sholehurrohman, M.Mat. selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL) melaksanakan program Pertanian Organik Creative (POC) dengan bersinergi dengan berbagai pihak, seperti Kecamatan Penawar Tama, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Penawar Tama, Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia-1, Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia-2, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Matahari Gemilang.


Konsep sustainable agriculture mengajarkan bagaimana cara mengombinasikan beberapa sumber daya yang ada untuk menghasilkan produk pertanian yang optimal dengan dampak negatif seminimal mungkin.  Nurul Hanifah (Agronomi dan Hortikultura 2021) selaku koordinator kegiatan sekaligus anggota tetap HIMAGRHO menyampaikan, “Kita harus mulai menerapkan konsep pertanian berkelanjutan, yaitu dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan produksi saat ini tanpa mengorbankan potensi produksi dan produktivitas lahan generasi mendatang”.


Model akuaponik yang diusung mengintegrasikan budidaya ikan dan sayuran.  Sistem akuaponik pada prinsipnya meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara tanaman dari sisa pakan dan metabolisme ikan.  Arumbi Maha Putra (Perikanan dan Kelautan 2021) menyampaikan, “Sisa pakan dan metabolisme ikan terlarut akan meningkatkan kadar amonia (NH3) dalam air yang dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lambat dan bisa berdampak pada kematian, namun dengan penggunaan sistem budidaya akuaponik atau Budidamber (Budidaya Ikan dan Sayur dalam Ember), amonia (NH3) akan diserap oleh akar tanaman dan menjadi sumber nutrisi alami bagi tanaman”.


Pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai bahan pembuatan Pestisida Nabati dan Mikroorganisme Lokal (MOL) dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia.  Ahmad Izzuddin Ar-Rofi (Kehutanan 2021) mengatakan, “Limbah hasil rumah tangga yang banyak dibuang dan dianggap sampah tidak terpakai oleh masyarakat nyatanya dapat dimanfaatkan untuk banyak kebutuhan salah satunya di bidang pertanian, dengan menggunakan limbah rumah tangga yang tidak terpakai, masyarakat dapat membuat Pestisida Nabati dan Mikroorganisme Lokal (MOL) yang jauh lebih aman untuk lingkungan dan menekan biaya produksi, dibandingkan dengan pupuk anorganik".


Selain itu, program Pertanian Organik Creative (POC) juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Tri Rejomulyo dengan diselenggarakannya kegiatan praktik pengolahan lahan di pekarangan.  Rasa kebersamaan dan anutisiasme yang besar dari masyarakat Kampung Tri Rejomulyo menjadikan Program Pertanian Organik Creative (POC) sukses digelar.


Camat Penawar Tama, Bapak Ami Balaw menyampaikan harapannya “Semoga program yang diusung Mahasiswa KKN Unila di Kampung Tri Rejomulyo dapat menambah wawasan baru dan bermanfaat untuk Tri Rejomulyo, semoga lahan yang diolah dan ditanami dapat menjadi sumber pemasukan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Tri Rejo Mulyo, dan semoga Mahasiswa KKN Unila sukses”.

1 komentar: